Ket.Aksi GMNI di Depan Gedung DPRD Sumut, Jumat (1/5/2026).dok.Ronald Sihombing.
SUMUT - Momen kegiatan Hari Buruh (May Day) yang jatuh pada Jumat 1 Mei 2026 diKota Medan di adakan dibeberapa titik diantaranya di bundaran SIB, di depan gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, dilangsungkan setelah Sholat Jumat yang diikuti sekitar 77 aliansi buruh dari berbagai aliansi buruh yang ada di Sumatera Utara dengan jumlah keseluruhan sekitar 2500 orang.
Didepan Gedung DPRD Sumut sebagian dari aksi massa sampai di depan gedung DPRD Sumut sekitar pukul 15.00 Wib. Mereka datang dari aliansi GMNI Sumut dengan berjalan kaki serta mobil Pick-up yang dirubah menjadi mobil komando serta membawa beberapa spanduk yang berisi seruan dan tuntutan kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka.
Dalam aksi didepan Gedung DPRD Sumut tidak ada anggota DPRD Sumut yang menerima mereka. Mereka hanya berteriak tentang banyak hal yaitu salah satunya masuknya militer ke ranah sipil, pelanggaran HAM dan kesenjangan kesejahteraan serta perlakuan terhadap buruh yang tidak adil.
Didepan Gedung DPRD, orator GMNI menagih janji Presiden Prabowo yang akan membentuk Satgas PKH untuk dewan pekerja. "Sudah satu tahun pemerintah Presiden Prabowo tapi janji tersebut tidak ditepati " ujar orator tersebut dalam orasinya.
Disamping itu ada tuntutan lainnya yang mereka sebut" 12 Simpul perlawan kita", salah satunya untuk mengevaluasi Tata kelola MBG.
Mereka para peserta aksi juga mengungkapkan kekecewaannya dengan membakar ban di depan gedung DPRD Sumut serta membacakan beberapa puisi yang berisi, rintihan menggugah rasa keadilan para buruh di Indonesia.
Didepan gedung DPRD para peserta aksi GMNI mengakhiri orasi sekitar pukul16.30 Wib untuk melanjutkan aksi dan tuntutan yang sama ke kantor Walikota Medan dan tetap dikawal oleh aparat kepolisian.Aksi Buruh di berbagai tempat dikota medan
Aksi Buruh kali ini berbeda dengan aksi sebelumnya, kalau sebelumnya aksi mereka dilakukan secara bersama sama dan biasanya mendatangi kantor pemerintahan, tapi kali ini antara aliansi yang satu dengan aliansi yang lainnya berbeda.
Sedangkan dalam peringatan May Day kali ini mereka tetap seperti biasanya menyuarakan tuntutan yang sama dari tahun ke tahun, meskipun ada penyesuaian sesuai kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Hal pokok dalam tuntutan buruh tersebut berfokus Kesejahteraan (upah & biaya hidup), kepastian kerja, serta perlindungan hukum.
Beberapa tuntutan tersebut yang bisa kami rangkum adalah
Kenaikan Upah Layak
Kenaikan Upah Minimum (UMK/UMP) yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak
Penyesuaian upah dengan inflasi dan biaya hidup yang terus naik, banyak buruh merasa upah tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok.
Penghapusan atau revisi aturan yang Merugikan
Penolakan atau revisi Undang-Undang Cipta Kerja, termasuk sistem kerja kontrak dan outsourcing yang dianggap merugikan pekerja.Buruh ingin kepastian kerja yang lebih stabil.
Selain itu mereka menuntut jaminan keamanan dan keselamatan kerja (K3), perlindungan dari PHK sepihak, hak pesangon yang adil. Sistem outsourcing membuat posisi pekerja tidak aman yang membuat sulit untuk mendapatkan hak seperti karyawan tetap.
Dalam orasinya perwakilan pekerja juga menuntut adanya optimalisasi program dari BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan serta akses layanan kesehatan yang layak dan jaminan pensiun yang memadai untuk masa tua para pekerja.
Sedangkan dalam orasinya perwakilan buruh menuntut jam kerja yang manusiawi
serta penghapusan lembur berlebihan tanpa kompensasi layak.
Sedangkan hal lainnya adalah korupsi
dianggap berdampak pada kebijakan yang tidak pro-buruh serta enegakan hukum yang lemah merugikan pekerja.
Dan berharap yang paling penting dalam tuntutan mereka adalah harga kebutuhan pokok yang terjangkau berupa stabilitas harga pangan, BBM, dan transportasi. Karena hal tersebutlah yang langsung mempengaruhi kesejahteraan mereka.
Didepan gedung DPRD pars aksi GMNI mengakhiri orasi sekitar pukul16.30 Wib dan tetap dikawal oleh aparat keamanan.
Peringatan May Day Dilapangan Astana Pancing Yang Dihadiri Gubernur Bobby
Sebelumnya juga dalam Peringatan Hari Buruh Internasional ini (May Day) 2026 Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan akan menambah anggaran pembinaan buruh melalui Dinas Ketenagakerjaan.
Komitmen tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri peringatan May Day bersama 77 serikat buruh yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Gedung Astaka, Jalan William Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (1/5/2026) pada pagi harinya.Semua kegiatan aksi pada hari ini tetap dipantau aparat keamanan dan berjalan aman
(Ronald.Sihombing)
