BLITAR - JATIM : Aparat keamanan di Blitar, Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Blitar Kota mengambil langkah menyegel perlintasan kereta Api tanpa palang pintu di JPL 209 tepatnya di Desa Kandangan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Jawa Timur. Selasa, 3/3/2026.
Dengan adanya ini merupakan hasil kolaborasi antara Polres Blitar Kota, Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, PT KAI Daup 7 Madiun. Dengan penutupan ini sedang dilakukan agar tidak ada lagi kecelakaan di perlintasan kereta Api yang tidak ada palang pintu.
AKP Agus Prayitno, sebagai Kasat Lantas Polres Blitar, menegaskan, adanya kebijakan ini bukan rutinitas menjelang lebaran, dengan upaya metigasi resiko tinggi di titik - titik yang selama ini dianggap jalur maut.
Ya, menjelang Operasi Ketupat Semeru,fokus kami adalah titik - titik rawan kecelakaan. Perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu adalah ancaman nyata, terutama saat mobilitas Masyarakat meningkat tajam. Kami tidak ingin ada resiko sekecil apapun yang membahayakan Warga". Tutur AKP Agus.
Berdasarkan data Kepolisian, terdapat 23 perlintasan sebidang di Wilayah Hukum Polres Blitar Kota. Meskipun 20 titik - titik yang telah dilengkapi palang pintu resmi, masih masih ada tiga titik - titik yang khawatir untuk keselamatan pengguna jalan.
Dengan adanya penutupan di JPL 209, AKP Agus Prayitno, memastikan bahwa tiga perlintasan liar tersebut kini saatnya di sekat.
Di tiga perlintasan yang tidak ber palang pintu sudah kami tutup total aksesnya, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Ini permanen sampai ada kajian teknis dan penangan lanjutan yang lebih memadai dari Instansi terkait". Imbuhnya.
Penutupan perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu di lokasi Desa Kandangan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, ini akan merubah mobilitas setiap hari yang biasa melintasi jalur pintas tersebut. Pihak Kepolisian menegaskan jalur alternatif telah disiapkan guna untuk menjamin keselamatan Masyarakat tetap bisa mobisasi dengan aman.
Kami harap Masyarakat memahami, keselamatan selalu yang utama. Lebih baik memutar sedikit melalui jalur alternatif dari pada memaksakan diri melintasi jalur bertaruh nyawa".Tutupnya
(Mujani)
