• Jelajahi

    Copyright © Media Pamor News | Tegas - Berimbang - Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates
    Selamat Datang di MediaPamorNews.Com ➤ Semua Wartawan MediaPamorNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan. Kami Adalah Media Dengan Sumber Referensi Terpercaya.

    MEDIAPAMORNEWS.COM

    SUAMI KEPSEK INTIMIDASI WARTAWAN, PROGRAM SAITAPAIAS JTP/DENS TAK DIPATUHI SMPN 2 SIPOHOLON

    Jumat, 8/14/2026 11:24:00 AM WIB Last Updated 2026-08-14T04:24:28Z

    Mediapamornews.com Taput

       

    TAPUT - Program Saitapaias adalah gerakan pendidikan dari Kabupaten Tapanuli Utara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, program ini memiliki arti siswa dan siswi peduli kebersihan lingkungan dan sekolah dengan tujuan mengajak anak-anak sekolah agar tidak membuang sampah sembarangan.

       

    Dalam membentuk karakter siswa yang disiplin peduli kebersihan dan cinta lingkungan sejak dini yang menjadikan kebersihan sebagai budaya yang diajarkan langsung di dalam ruang kelas dan bukan hanya lewat kegiatan gotong royong dengan penerapanya guru menyampaikan pesan peduli kebersihan kepada siswa.

        

    Lalu kepala sekolah dan guru bersama - sama menggerakkan seluruh siswa untuk merawat kebersihan lingkungan sekolah sekitarnya dan pemerintah daerah memantau langsung kegiatan ini ke sekolah - sekolah tingkat SD dan SMP yang digalakkan oleh Bupati Taput Taripar Hutabarat bersama Wakil Bupati Deni Lumbantoruan yang merupakan salah satu program unggulan pendidikan.

       

    Saat awak media liputan ke lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Sipoholon menemukan banyak kejanggalan dimana - mana sampah bertumpuk dan beberapa unit WC bau menyengat mengganggu kenyamanan proses belajar siswa - siswi begitu juga kondisi fisik bangunan banyak mengalami kerusakan ancam kesehatan siswa - siswi juga kaca jendela pada pecah.

       

    Atas kejadian ini jelas-jelas Kepala sekolah Dermawati Hutagalung tidak patuh tak mau menjalankan program Bupati Taput yang selalu diagungkan wakil bupati Deni Lumbantoruan terus turun ke tiap-tiap sekolah mengkampanyekan program ini lalu pihak sekolah menyediakan tempat sampah plastik namun di sekolah ini sampah berserak dan bertumpuk.

       

    Ketika wartawan memantau lingkungan sekolah ini dua orang guru diperintah Kepsek untuk menghadang tugas peliputan "jangan di fhoto" bentaknya lalu atas pengaduan Kepsek pada suaminya berulang kali menghubungi melalui Hp mengintimidasi wartawan "kau siapa, kenapa kau fhoto sekolah itu" kira - kira begitu bunyi pengancamanya padahal sebelum berita ini ditayangkan sudah duluan berita positif di muat namun Kepsek tidak mau maka diduga kuat dana BOS sekolah ini bermasalah.

    (ALAIN DELON)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini