MEDAN - Sejumlah massa memakai kaus Golkar terlibat saling bentrok diluar lokasi acara Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) Minggu (1/2/2026).
Insiden kericuhan tersebut terjadi sekitar pukul 14.47 WIB didepan Hotel JW Marriott Medan lokasi tempat berlangsungnya acara.
Pantauan awak media dilokasi kejadian, bermula, beberapa orang yang mengenakan baju organisasi sayap partai Golkar terlihat ribut didepan ruangan sidang dilantai dua hotel.
Keributan itu berhasil ditenangkan petugas yang berjaga dan kondisi pun mulai kondusif. Namun, tanpa diduga keributan berlanjut menyebar diluar hotel.
Puluhan massa memakai kaos Golkar terlihat saling kejar dengan membawa kayu dan petasan berusaha masuk kedalam ruangan sidang Musda Golkar, namun dihadang petugas bahkan hampir terlibat bentrok dengan massa lainnya.
Melihat keributan itu, Petugas kepolisian dibantu kader Golkar lainnya mencoba menenangkan massa hingga akhirnya suasana mulai kembali kondusif walaupun terlihat juga ratusan massa masih berada disekitar hotel.
Sementara itu, Sekretaris Steering Committee (SC) Musda Golkar Sumut, Muhammad Asril mengatakan keributan terjadi setelah panitia meminta peserta yang tidak memiliki hak suara untuk keluar dari arena.
Menurutnya, tindakan ini dilakukan karena Musda telah memasuki tahapan sidang paripurna yang hanya boleh diikuti peserta dengan memiliki hak suara.
"Kalau udah masuk tahapan sidang dan paripurna, itu kan yang di luar peserta dan peninjauan kita minta menyesuaikan diri. Dan di dalam forum ada yang bukan peserta," kata Asril.
Diduga tidak terima diminta keluar dari area Musda, sejumlah orang memicu keributan. Meski sempat memanas, insiden tersebut tidak berlangsung lama dan hanya terjadi diarea depan hotel.
Ia menyebut, dinamika yang terjadi di dalam kontestasi seperti Musda kali ini merupakan hal yang biasa. Saat ini situasi juga sudah relatif kondusif.
"Saya pikir dinamika di Partai Golkar sangat luar biasa," ungkap Asril.
"Kita tadi sudah mengimbau, dan ada juga instruksi untuk tetap menjaga kondusifitas berjalannya Musda kali ini. Kita harus jaga kekompakan dan soliditas," tambah Asril lagi.
Musda kemudian kembali dilanjutkan dengan agenda sidang paripurna, sementara kondisi dilokasi dilaporkan sudah kondusif.
Selain itu juga, Kericuhan tersebut juga diduga berawal setelah Wakil Ketua Umum DPP Golkar Tubagus Ace Hasan Syadzily menyampaikan bahwa dirinya menerima informasi, baru satu calon Ketua DPD Golkar Sumut yang memenuhi persyaratan.
Dalam kesempatan itu pula, Ace berharap agar pelaksanaan Musda ke XI ini dapat berlangsung lancar sesuai dengan AD ART partai Golkar.
"Dinamika sesuatu biasa terjadi dan kita akan menjadikan Musda ini sebagai Musda yang insyaallah berlangsung dengan lancar, baik, tetapi tentu tetap mengedepankan prinsip-prinsip yang demokratis sebagaimana yang di atur AD/ART," kata Ace.
Ace mengatakan lebih lanjut, dari informasi yang ia terima dari panitia Musda, bahwa telah menerima dua pendaftaran calon ketua Golkar Sumut.
"Saya sudah mendapatkan laporan dari beberapa pihak, termasuk SC telah menetapkan dua orang calon, yang satu memenuhi persyaratan dan karena itu saya kira penting sekali untuk kita pastikan agar Musda ini akan melahirkan sesuatu yang positif bagi kemajuan Partai Golkar di Sumatera Utara," terang Ace.
Usai memberikan sambutan, Ace yang ditanya mengenai satu calon ketua Golkar yang dinyatakan memenuhi persyaratan, tidak menjawab rinci.
"Iya tentu secara resmi nanti forum Musda ini yang akan memutuskan dan itu apa yang hasil verifikasi dari SC itu akan disampaikan dalam forum musyawarah daerah ke XI, " ungkapnya.
Ace menuturkan lagi, dirinya tidak mau mendahului hasil Musda dan meminta semua pihak untuk menghormati mekanisme pemilihan.
"Jadi saya tidak ingin mendahului terhadap hasil Musda tersebut, prinsipnya saya kira semua pihak harus menghormati mekanisme yang berlangsung dalam pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara," tutur Ace.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Andar Amin Harahap mencalonkan sebagai ketua DPD Golkar Sumut dengan mendapatkan dukungan 31 suara dari 39 total suara.
(Sony)


