• Jelajahi

    Copyright © Media Pamor News
    Best Viral Premium Blogger Templates
    Selamat Datang di MediaPamorNews.Com ➤ Semua Wartawan MediaPamorNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan. Kami Adalah Media Dengan Sumber Referensi Terpercaya.

    MEDIAPAMORNEWS.COM

    Ketua PBB DPD Sumut, Minta Walikota Medan Cabut Surat Edaran Buat Gaduh

    Selasa, 2/24/2026 06:40:00 PM WIB Last Updated 2026-02-24T11:40:16Z

     

    Dari kiri Bendahara   Aldomoro Siregar, Sekda Antonius Simamora, STSH,MH, Ketua  Dr. Ronal Gomar Purba,M.Si,M.H,M.M., Pembina Dr.Tuangkus Harianja ,MM,MH.


    MEDAN -  Maraknya kegaduhan akibat Surat edaran Pemko Medan, di tanggapi Pemuda Batak Bersatu (PBB), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumut.


    Menurut Dr. Ronal Gomar Purba,M.Si,M.H,M.M., selaku Ketua DPD PBB Sumut, Surat edaran Walikota Medan yang tertuang pada no.500.7.1/1540, mengurusi penataan tempat berjualan dan limbah ternak non halal, sangat memicu konflik sarah sehingga menimbulkan kegaduhan hingga di khawatirkan bakal menimbulkan Kota Medan menjadi tidak kondusif.



    Kami meminta agar Walikota Medan mencabut Surat edaran yang di maksud, agar Medan yang terkenal dengan kemajemukan bisa kondusif dan terhindar dari isu sara," sebut DR. Ronal Gomar Purba, didampingi sekretaris daerah PBB Antonius Simamora, STSH,MH,, Bendahara Aldomoro Siregar dan Pembina PBB DPD Dr.Tuangkus Harianja ,MM,MH., Selasa (24/2/2026).


    Ketua Gomar mengatakan harusnya Pemko Medan dalam membuat suatu kebijakan agar membuka dialog dengan tokoh masyarakat. Sehingga kebijakan  final, tidak menimbulkan kegaduhan  efektif.


    "Ajaklah tokoh masyarakat, Ormas, Keagamaan, untuk berdialog sebelum membuat kebijakan," Harap  Ketua Gomar.


    Sebelumnya Walikota Medan Rico Waas, menerbitkan surat edaran yang mengurusi penertiban dan penataan perdagangan daging non halal beralasan banyak laporan masyarakat. Hingga menimbulkan kegaduhan publik di khawatirkan akan memicu konfilik sarah bagi warga Kota Medan yang terkenal dengan kemajemukan berbagai Budaya, Suku dan Agama namun tetap kondusif, karena tingginya nilai toleransi sesama warga Kota Medan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini