Mediapamornews.com Taput
TAPUT - Proyek pembangunan fasilitas Hemodialisa lokasi Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara saat ini berbiaya dengan nilai kontrak Rp 999.000.000, 00.
Berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung tepatnya di gedung tempat cuci darah dengan waktu pelaksanaan selama delapan dua puluh hari kalender, nomor kontrak 136/OJl - LGL/FAC/PKS/V/2026.
Pekerjaan proyek ini dimulai dari tanggal 13 April 2026 hingga selesai tanggal 20 Juli 2026 oleh kontraktor penyedia jasa konstruksi PT Oneject Indonesia sebagai direktur Edwin Yahya turut didampingi sub kontraktor CV Aldo Jaya direktur Belman Ien Sitohang.
Pengamatan PERS - LSM dilokasi proyek terlihat sejumlah pekerja dengan alat - alat tukang tampak sibuk untuk membangun gedung Instalasi Dialisis yang sudah tahap pemasangan bata pada tiang beton tampak rapi dengan sistem yang profesional.
Sementara kendaraan yang melintas di lokasi proyek mengarah ke RSUD menuju gedung tempat cuci darah selanjutnya ke Kota Tarutung sedikit mengalami gangguan, seperti pengakuan pasien cuci darah saat diantar pengendara juga penumpangnya.
Dalam perbincangan Pers - LSM bersama pihak kontraktor, Ien Sitohang menjelaskan "tujuan proyek RSUD ini untuk menambah fasilitas Hemodialisa dengan menambah ruangan demi peningkatan kualitas dan kenyamanan para pasien yang berobat, terang Belman Ien Sitohang.
Warga setempat Tikkos Lumbantobing mengatakan merasa bersyukur karena fasilitas Hemodialisa RSUD Tarutung ini sudah dibangun dan berharap agar pembangunan ini sesuai dengan perencanaan sehingga dapat dipergunakan segera dan dapat bertahan lama, harap warga lainya.
Ditempat terpisah, Direktur RSUD Tarutung dr Bobby Simajuntak MKM saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa pekerjaan ini untuk meningkatkan kualitas layanan pasien cuci darah sekaligus untuk mengurai kebutuhan rujukan ke luar daerah sebab tingginya kunjungan pasien tanpa harus melalui antrean panjang.
(ALAIN DELON)
