Ket.Foto- Penampakan rumah saat ini yang butuh bantuan pemerintah.(Dok.Ronald Sihombing)
MEDAN - Angin kencang disertai hujan deras yang menerpa sekitar Medan Petisah pada Kamis malam 4 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 Wib., menyebabkan beberapa rumah rusak akibat kuatnya hempasan angin disertai hujan saat itu. Satu rumah yang butuh perbaikan serius akibat kejadian tersebut adalah satu rumah yang dihuni Ny. Simanjuntak Br. Pardede yang berada di Jalan Cangkir lr.Toba No. 74 Kelurahan Seiputih tengah, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan.
Menurut penghuni rumah, saat itu dia lagi kontrol kerumah sakit ditemani anaknya sehingga tidak mengetahui persis bagaimana bisa seng rumahnya bisa terangkat semua beserta kayu penyangganya, dan terlihat atap rumah menganga.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran apabila hujan dan angin turun lagi, hujan akan langsung masuk menerobos kedalam rumah karena tidak mempunyai atap tepat dibagian tengah rumah tersebut.
" Saat saya pulang kontrol dari rumah sakit, separuh atap rumah yang terbuat dari seng yang berukuran 10x15 tersebut, terjungkal beserta kayu penyangganya ", Ujar ibu yang sudah menjanda tersebut dengan sedih.
Menurut nya, dia ingin perhatian dari pemerintah terutama Walikota Medan Rico Putra Waas untuk membantu memperbaiki rumah tersebut, karena saat ini menurut ny.Simanjuntak, dirinya sudah tidak mampu lagi untuk menata ulang rumah hunian mereka yang merupakan rumah warisan dari orangtuanya tersebut.
" Mohonlah pemerintah untuk membantu kami untuk perbaikan rumah ini", harapnya.
Karena saat ini bagian dalam rumah tersebut nyaris menganga sehingga bila turun hujan lagi akan menyebabkan bagian dalam rumah tergenang. Saat ini yang menghuni rumah tersebut ada lima orang beserta seorang balita yang masih berumur dua tahunan.
Sementara itu siang ini Kepala lingkungan IV, Bungenta Marpaung menyempatkan diri melihat rumah tersebut untuk diteruskan kepada yang berwajib.
"Kita akan teruskan laporan ini ke pihak kecamatan, karena selain disini (jl cangkir-red) juga kejadian serupa juga terjadi di Gang mangkok, (kelurahan yang sama)", Ujar Bungenta.
Tetangga korban yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, angin kencang yang terjadi saat itu membuat mereka ketakutan, dan saat itu di daerah mereka juga listrik padam hingga pagi sehingga menyebabkan. situasi gelap gulita dan menyeramkan ujar tetangga tersebut.
Dan beberapa tetangga korban yang urut prihatin dengan situasi saat ini, dimana karena cuaca hingga kini masih ekstrim dan tidak bisa diprediksi yang bisa mengakibatkan hujan datang secara tiba tiba . Untuk itu tetangga korban berharap agar pemerintah bisa dengan cepat membantu warga tersebut dalam memperbaiki huniannya.
Hingga saat ini belum diketahui beberapa rumah yang menjadi korban akibat keganasan angin tersebut dan juga belum juga diketahui berapa kerugian akibat cuaca ekstrim ini.
(Ronald.Sihombing)
