• Jelajahi

    Copyright © Media Pamor News | Tegas - Berimbang - Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates
    Selamat Datang di MediaPamorNews.Com ➤ Semua Wartawan MediaPamorNews.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan. Kami Adalah Media Dengan Sumber Referensi Terpercaya.

    MEDIAPAMORNEWS.COM

    Ruang Bercerita: Wadah Aman untuk Mendengar, Memahami, dan Menguatkan Anak Binaan di LPKA Kelas I Medan

    Minggu, 6/21/2026 05:40:00 PM WIB Last Updated 2026-06-21T10:40:35Z

    MEDAN – Komitmen dalam memberikan pendampingan psikologis bagi anak binaan terus diperkuat melalui program Ruang Bercerita, sebuah kolaborasi antara Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Sumatera Utara dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan  (19/6/2026). Program ini dirancang sebagai ruang yang aman, nyaman, dan penuh empati bagi anak binaan untuk menyampaikan perasaan, pengalaman hidup, harapan, maupun berbagai persoalan yang mereka hadapi selama menjalani masa pembinaan.

    Koordinator Tim Psikologi LPAI Sumatera Utara, Adriyani Sihite, M.Psi, menjelaskan bahwa setiap anak memiliki cerita, pergumulan, dan harapan yang layak untuk didengar. Melalui Ruang Bercerita, anak-anak binaan diberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri secara sehat tanpa rasa takut dihakimi, sehingga mampu mengenali emosi, membangun kepercayaan diri, serta menemukan kembali potensi terbaik dalam diri mereka.


    Setiap anak memiliki cerita, pergumulan, dan harapan yang perlu didengar. Melalui Ruang Bercerita, kami ingin memastikan bahwa anak-anak binaan memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri secara sehat, tanpa rasa takut untuk dihakimi. Program ini menjadi sarana untuk membantu mereka mengenali emosi, membangun kepercayaan diri, serta menemukan kembali potensi terbaik dalam diri mereka," ujar Adriyani Sihite.

    Program Ruang Bercerita memberikan berbagai manfaat penting bagi anak binaan. Selain menjadi ruang aman untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup, program ini juga membantu mengurangi beban psikologis seperti kecemasan, kesedihan, maupun tekanan emosional yang kerap muncul selama menjalani masa pembinaan.


    Pendampingan yang dilakukan secara empatik dan profesional turut berperan dalam meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis anak. Di sisi lain, program ini juga mendorong berkembangnya kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial, sehingga anak mampu menyampaikan kebutuhan, pendapat, serta menyelesaikan konflik dengan cara yang lebih positif.


    Lebih jauh, Ruang Bercerita diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan harga diri anak, membantu mereka memahami serta mengelola emosi secara sehat, termasuk mengendalikan kemarahan dan kekecewaan. Program ini juga menjadi sarana untuk membangun harapan dan motivasi hidup, sehingga anak memiliki tujuan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.


    Selain berfokus pada aspek psikologis, Ruang Bercerita menjadi bagian penting dalam mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Melalui pendekatan yang humanis, anak binaan dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, mandiri, dan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaannya.


    Adriyani menegaskan bahwa Ruang Bercerita bukan sekadar kegiatan berbagi pengalaman, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap hak-hak anak untuk memperoleh perhatian, pendampingan, dan dukungan psikologis yang layak.


    "Kami percaya bahwa ketika seorang anak didengar dengan hati, ia akan belajar memahami dirinya. Ketika ia dipahami, ia akan menemukan harapan. Dan ketika harapan itu tumbuh, maka kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik akan semakin besar. Karena setiap anak berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk meraih masa depan yang lebih cerah," tutup Adriyani.


    Melalui sinergi antara LPAI Sumatera Utara dan LPKA Kelas I Medan, Ketua LPAI SUMUT, Drs.John Hutajulu ,Berharap ,program Ruang Bercerita menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan. Dengan memberikan ruang untuk didengar, dipahami, dan didampingi, setiap anak binaan memperoleh kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, serta menatap masa depan yang lebih cerah sebagai generasi penerus bangsa.

    (Edi.Manullang)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini