MEDAN – Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menggelar Perayaan Waisak Nasional 2026 pada Jumat, 5 Juni 2026, di Gedung Prasadha Jinarakkhita Mahathera, Lantai G (Ruang Baktisala Utama), Medan. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh makna ini mengusung tema “Menebar Cinta dan Menumbuhkan Perdamaian Dunia”, sebagai wujud komitmen dalam menanamkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan harmoni di tengah kehidupan bermasyarakat.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld, yang datang dari Jakarta, Ketua Cabang IKPI Medan, Ebenezer Simamora, tokoh agama Buddha, pengurus organisasi keagamaan, serta para undangan dari berbagai kalangan.
Dalam suasana penuh kebersamaan, para peserta diajak untuk merefleksikan ajaran luhur Buddha mengenai welas asih, kebijaksanaan, serta pengendalian diri sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis. Tema yang diangkat sejalan dengan semangat perayaan Waisak Nasional 2026 yang menekankan pentingnya cinta kasih universal, perdamaian, dan kerukunan antarumat manusia.
Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa tema “Menebar Cinta dan Menumbuhkan Perdamaian Dunia” menjadi pengingat bahwa perdamaian dunia berawal dari kedamaian yang tumbuh dalam diri setiap individu. Dengan menanamkan cinta kasih tanpa batas, masyarakat diharapkan mampu memperkuat persaudaraan, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan bangsa dalam keberagaman.
Rangkaian kegiatan Waisak Nasional 2026 diisi dengan doa bersama, pembacaan paritta suci, refleksi Dhamma, dan berbagai kegiatan spiritual lainnya yang bertujuan memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Momentum Waisak juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial serta memperluas semangat berbagi kepada sesama.
Perayaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama di Indonesia sekaligus menegaskan peran umat Buddha sebagai pelopor perdamaian, toleransi, dan persaudaraan universal. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, sejahtera, dan penuh kasih, baik di tingkat nasional maupun global.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum IKPI juga menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap profesi konsultan pajak melalui pengesahan Undang-Undang Konsultan Pajak yang hingga kini masih dalam tahap perjuangan.
Menurutnya, IKPI yang berdiri sejak 27 Agustus 1965 merupakan organisasi profesi konsultan pajak tertua dan terbesar di Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis Direktorat Jenderal Pajak dalam memberikan edukasi, sosialisasi, serta pendampingan kepada wajib pajak di seluruh Indonesia melalui jaringan pengurus pusat, pengurus daerah, dan pengurus cabang.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 80 persen penerimaan negara berasal dari sektor perpajakan. Oleh karena itu, keberadaan konsultan pajak memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta membantu masyarakat memahami hak dan kewajiban perpajakannya.
“Saat ini anggota IKPI berjumlah sekitar 8.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami terus berupaya memberikan edukasi kepada wajib pajak agar dapat berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui kepatuhan perpajakan yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Rancangan Undang-Undang Konsultan Pajak telah diperjuangkan sejak tahun 2018, namun hingga kini belum disahkan. IKPI berharap pemerintah dan DPR dapat segera memberikan pengakuan hukum yang lebih kuat terhadap profesi konsultan pajak mengingat kontribusi besar yang telah diberikan dalam mendukung penerimaan negara.
"Harapan kami, profesi konsultan pajak mendapatkan pengakuan yang lebih jelas melalui undang-undang. Selama ini konsultan pajak telah menjadi mitra strategis pemerintah dan turut berkontribusi dalam meningkatkan penerimaan negara melalui edukasi dan pendampingan kepada wajib pajak,” tegasnya.
Melalui peringatan Waisak Nasional 2026, IKPI tidak hanya mengajak masyarakat untuk menumbuhkan cinta kasih dan perdamaian, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan bangsa melalui peningkatan kesadaran dan kepatuhan perpajakan demi kemajuan Indonesia.
(Edi.Manulang)



