MEDAN - Maruli Siahaan Lahir Dari Pelosok Hingga Ke Panggung Politik Nasional.
Perjalanan yg membangun arah politiknya, berangkat dan lahir bukan dari anak Pejabat bukan pula anak orang kaya tapi keberanianlah mengubah jalan terjal menjadi dedikasi politik.
Suatu ketika saya pernah mengamati perjalanan nya, kakinya memijak tanpa mengenal lelah bergerak dari pintu ke Pintu begitu aktif menyalurkan bantuan ke pembangunan Gereja, Bantuan sosial ke Jemaat HKBP, Dan Masyarakat. Menembus kesunyian hingga panggung politik nasional.
Seketika itulah saya pernah menimbulkan sebuah perspektiv tajam, sudah saatnya Jemaat HKBP mendukung nya sebagai perwakilan di Parlement DPR-RI.
Waktupun berlalu, jarum jam menentukan saatnya dilantik menjadi Anggota DPR-RI. ( PAW )
Dari titik kesunyian, melewati hening nya malam beberapa hari sebelum di lantik jadi Anggota DPR-RI. ( PAW) masih menyempatkan waktu untuk membuka ruang diskusi, saya pun bertanya. Apakah amang berani menyuarakan nasib atas begitu maraknya diskriminasi terhadap kebebasan Beragama di Republik ini, inilah point penting kami tuang disaat menyeruputi secangkir kopi, bagi saya ini bukan sebatas cerita tapi pesan moral sebagai pengabdian sesama Kristen.
Waktupun berlalu
Tiba tiba saya membuka Media Sosial, dari meja anggota DPR-RI yg biasanya sunyi peduli jika terjadi penindasan kebebasan beribadah sebagai hak azasi untuk hidup, tiba-tiba menggema di puncak judul media dan suara Partai.
KETIKA RUMAH DOA DI-SEGEL DITANGERANG, MARULI SIAHAAN MEMILIH TIDAK DIAM : MENDESAK NEGARA BAHWA BERAGAMA ADALAH HAK KONSTITUSIONAL BAGI SIAPAPUN " Negara harus hadir sebagai penjamin Keadilan, kebebasan beragama bukan sekedar norma, tetapi hak konstitusional yg tidak bisa dikurangi dalam kondisi apapun "
Bagi orientasi cara berpikir oranglain berbeda, tapi bagi saya siapapun Anggota DPR-RI yang berani membela nasib agama minoritas di Bangsa ini, pantas dihargai dan dihormati. Karena jika seseorang Anggota DPR-RI berani menyuarakan keseteraan beragama dan beribadah di Negara ini adalah sebuah jalan pertaruhan untuk reputasi dan kapabilitas keberanian.
Ridwan.Naibaho
Terimakasih sudah menyerukan kebebasan Beragam di Bangsa ini.
(RN)
