Mediapamornews.com Taput
TAPUT Serangkaian bencana hidrometeorologi parah berupa banjir bandang, luapan sungai dan tanah longsor yang menerjang wilayah Utara dan tengah Pulau Sumatera pada akhir November 2025, bencana ini utamanya berdampak pada tiga Provinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara dilaporkan kondisi cuaca extreme selama beberapa hari telah memicu banjir dan longsor dengan wilayah yang paling terdampak salah satunya Kabupaten Tapanuli Utara.
Bencana ini diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi yang masif memperkirakan dampak kerugian mencapai angka fantastis yaitu Rp 68,67 triliun dan perkiraan ini mencakup kerugian akibat kerusakan rumah penduduk hingga kehilangan pendapatan rumah tangga juga kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan serta kerugian produksi lahan pertanian.
Hingga awal Desember 2025, Pemerintah masih menetapkan status bencana ini sebagai bencana daerah tingkat Provinsi dan bencana ini menimbulkan kerugian material dan korban jiwa dalam skala besar menurut pembaruan data resmi yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut diperkirakan berdampak langsung pada lebih dari 3, 3 juta jiwa penduduk dan memaksa hingga 1 jiwa orang untuk mengungsi juga merusak 1.900 fasilitas umum.
Atas kejadian ini PLTMH PT Nusantara Hidrotama yang dipimpin Site Manager Heri Hendarko, mengatakan pemeliharaan sungai adalah kegiatan untuk merawat sungai yang ditujukan untuk menjamin kelestarian, keberadaan dan fungsi sungai berikut prasarana serta fasilitas pendukungnya dengan pemeliharaan yang baik, fungsi sosial, ekonomi dan lingkungan sungai dapat dipertahankan.
Lanjutnya, melakukan penataan sempadan sungai dan pembuatan bangunan penahan seperti dam penahan berikut penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat sekitar untuk peduli lingkungan dalam melakukan perbaikan teknis pada insfratruktur yang rusak seperti perbaikan tanggul yang amblas atau penahan tanah terkhusus pengerukan sedimen atau endapan lumpur untuk mencegah pendangkalan.
Serta pembuatan tanggul tujuanya untuk menjaga kelestarian fungsi sungai dan mencegah bencana seperti banjir serta erosi, dijelaskanya pemeliharaan sungai adalah upaya merawat, melindungi dan memperbaiki ekosistem serta prasarana sungai agar berfungsi optimal dan lestari jadi adanya tudingan miring terhadap PT Nusantara Hidrotama itu semua tidak benar malah kita mengalami kerugian sebesar Rp 3 miliar saat bencana yang terjadi, katanya Heri Hendarko.
(ALAN DELON)
