MEDAN — Kebakaran hebat yang melanda PT Garuda Mas Perkasa (Pabrik Swallow) di Jl. KL. Yos Sudarso KM 6,5, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, pada Rabu (28/01/2025) malam, akibat kejadian tersebut masih bersileweran kabar negatif diluaran tentang jatuhnya korban jiwa.
Dimedia sosial ada yang menyebutkan korban jiwa sekitar 35 orang dan ada yang menyebutkan 22 orang. Berita tersebut dibantah oleh HRD PT Garuda Mas Perkasa , Maya Noviyanti.
Menurut HRD Garuda Mas Perkasa, Maya Noviyanti, sampai sejauh ini, tidak ada korban jiwa. Jadi, informasi yang simpang siur, bikin kami pusing. Kabar ada korban jiwa, 35 orang, segala macam, kami pun bingung ya, siapa?" kata HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Noviyanti, kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Diketahui, Api dilaporkan mulai membesar (27/1) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah sebelumnya terlihat kepulan asap sejak pukul 20.00 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api meluas dan melahap sebagian besar bangunan pabrik, menciptakan pemandangan dramatis seperti lautan api yang membumbung tinggi di tengah kawasan industri tersebut.
Berdasarkan informasi sementara dari warga sekitar, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting kabel listrik di area pabrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Seorang petugas keamanan di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam pabrik, disertai aroma menyengat menyerupai karet terbakar yang tercium hingga ke sepanjang jalan di sekitar lokasi kejadian.
Menurut salah seorang petugas Damkar ditempat kejadian mengatakan, sudah 20 unit Mobil damkar yang dikerahkan untuk mengatasi kobaran api, belum lagi Water Canon dari unit kepolisian, ujar sumber Yang tak mau disebutkan namanya.
Petugas Damkar masih berusaha untuk terus memadamkan api yg membesar, puluhan unit Mobil Damkar berwarna Merah terlihat dilokasi kebakaran dan berjuang terus untuk memadamkan api.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti ada korban jiwa serta penyebab pasti kebakaran, serta berapa kerugian akibat kebakaran tersebut. Petugas berwenang masih melakukan identifikasi.
(Ronald.Sihombing)
